Registrasi Siswa Sekolah Saat Ini Masih Diberlakukan

Kepala Dinas Pengajaran Kota Tangerang Abduh Suharman menerangkan registrasi dan seleksi siswa baru lewat Penerimaan Peserta Ajar Baru (PPDB) masih akan berlaku tahun ajaran akan datang. Dia mengatakan PPDB pantas zonasi belum dapat sepenuhnya digunakan di tempat.

Abduh menjelaskan cara zonasi yang mengontrol siswa baru tidak perlu lagi mendaftar sekolah cuma dapat diterjemahkan untuk si kecil-si kecil yang telah ada di zonasi hal yang demikian. “Memang ia tak usah daftar jika ia di zonasi itu, ia otomatis ada di situ,” kata ia ketika dihubungi.

Tapi, dia menerangkan, calon peserta ajar yang berada di luar zonasi masih perlu melaksanakan registrasi dan seleksi. Eksistensi siswa dari luar zonasi ini masih terbuka.

Contohnya, Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 seputar PPDB mengamanatkan kuota untuk calon peserta ajar pada radius area terdekat sedikitnya 90 persen. Artinya, ada sedikitnya 10 persen kuota bagi calon peserta ajar di luar zonasi.

Kecuali itu, Abduh menerangkan dua hal yang memungkinkan adanya peserta ajar dari luar zonasi. Pertama, kemauan siswa untuk sekolah di luar zonasi daerah tinggalnya.

Dia menjelaskan tidak segala peserta ajar berharap berguru di wilayahnya masing-masing. “Enggak dapat kita paksa juga mereka masuk situ. Sekiranya mereka berharap pilih swasta atau pesantren kan dapat,\\\” kata ia.

Kedua, kekuatan tambung sekolah negeri di tempat. Dia menceritakan kekuatan tampung sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Tangerang cuma satu per tiga itu dari tamatan sekolah dasar (SD).

Di Tangerang, ada sekitar 30 ribu tamatan SD, sementara kekuatan tampung SMP negeri cuma sekitar 11 ribu. “Karena masuk zonasi katakanlah 10 ribu. Kan sisanya sepatutnya kita pilih dari luar,” kata ia.

Menurut itu, dia mengatakan, sepatutnya konsisten ada seleksi untuk siswa yang ada di luar zonasi. Pengajaran ia, cara zonasi baru dapat dilaksanakan bila sekolah negeri di satu tempat dapat mencangkupi segala siswa.

Kepala Dinas Pengajaran dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Taryono mengatakan, cara zonasi itu hakekatnya bisa diciptakan sebagai basis pengembangan pengajaran. Ia ini mencakup keperluan sarana dan prasarana, keperluan dan distribusi guru, serta registrasi sisiwa baru.

Kendati demikian, dia mengkritisi cara seleksi PPDB 2018 yang sepenuhnya didasarkan pada jarak siswa dari rumah ke selolah. Pada pemakaian PPDB lalu, banyak keluhan masyarakat sebab buah hatinya yang mempunyai skor baik tidak dapat diterima sekolah negeri sebab jarak rumahnya jauh dari sekolah.

“Tahun lalu banyak yang mengeluh tidak diterima sebab jarak. Harusnya dilaksanakan juga seleksi menurut skor,” kata ia.

Sementara berkaitan pemakaian PPDB tahun ajaran akan datang, lebih-lebih pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy yang menceritakan siswa tidak perlu lagi mendaftar ke sekolah dalam cara zonasi, Taryoni memilih menunggu Ia Mendikbud (Permendikbud) supaya petunjuknya terang.

“Kami sedang mempersiapkan hukum teknis sambil menunggu hukum dari Kemendikbud,” kata ia.